
Awal Mula Power of Books
Kami membuat akun media sosial pertama kami di X dan mulai mencari perpustakaan komunitas di daerah terpencil di Indonesia yang membutuhkan dukungan keuangan.

Di Indonesia, rasio buku terhadap total populasi belum mencapai satu buku per orang/tahun (0,098). Angka ini sangat mendukung bahwa masyarakat Indonesia bukanlah pembaca yang malas, melainkan kurang memiliki akses terhadap buku.
Anak-anak di daerah terpencil tidak membaca buku karena tantangan dalam mengakses bahan bacaan berkualitas dan buku-buku yang tersedia berkualitas buruk.
Ketika keluarga kesulitan mencari nafkah, buku anak-anak menjadi barang mewah. Akibatnya, anak-anak tertinggal dan kesulitan bersaing dengan teman sebayanya yang memiliki akses terhadap buku berkualitas baik.
Kami percaya perpustakaan komunitas memainkan peran penting dalam membantu orang tua kurang mampu menumbuhkan kecintaan membaca pada anak-anak mereka. Pada tahun 2024, kami memutuskan untuk bekerja sama dengan perpustakaan-perpustakaan ini.
